Showing posts with label Memilah dan Mengolah-sampah. Show all posts
Showing posts with label Memilah dan Mengolah-sampah. Show all posts

Langkah Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Secara Mudah

Sampah…..!  mendengar kata tersebut, pasti terdengar sebagai sesuatu yang bermasalah. Gak enak didengar dan sesuatu yang harus dibuang.
Betul memang… ketika kita tidak tahu cara mengolahnya. Tetapi siapa sangka, justru dari sampah, banyak hal yang bisa kita perbuat untuk memberdayakannya. Salah satunya adalah mengolah sampah organik menjadi kompos.

mengolah-sampah-organik
Pengolahan sampah baik secara mandiri ataupun komunal, menjadi tren yang positif di tengah masyarakat, mengingat pentingnya penanganan sampah supaya tidak menjadi masalah.
Namun dibalik semangat masyarakat mengolah sampah, arus informasi pengolahan sampah, terkadang tidak sampai dengan baik, sehingga pengolahan belum berjalan maksimal.
Pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan , pendaur ulangan, atau pembuangan dari material sampah ini merupakan bagian kegiatan pengolahan sampah.
Proses siklus daur ulang sampah tersebut, kelihatannya sederhana, namun ternyata prakteknya di masyarakat tidak semudah yang diucapkan. Hal ini akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat, sekaligus menjadikan tantangan dan  persoalan klasik dalam pengelolaan sampah.
Namun disisi lain, ada hal yang cukup menggembirakan, berita baiknya ada juga dibeberapa daerah yang sudah menginisiasi pengolahan sampah melalui TPA, dan juga pembuatan “Bank Sampah” yang dikelola oleh masyarakat di lingkungannya.

Penting.. ! Untuk membuat Kompos Sampah Organik, Ini mesin Pengolah Kompos Sampah organikyang anda perlukan.

Macam-Macam Jenis Sampah

Secara umum ada 2 macam jenis pengelompokan sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
Sampah anorganik umumnya dalam bentuk plastik, kaleng, karet, seng, logam, besi dan bahan lainnya. Dan pengolahannya sampahnya bisa didaur ulang untuk menjadi barang baru lagi.
Ada hal yang menarik, di beberapa daerah sudah ada yang bisa menghasilkan barang kerajinan yang dibuat dari bahan-bahan sampah anorganik. Secara contoh BISA DILIHAT DAN DIBACA DISINI…! 30 Ide Kreatif Daur Ulang Botol Plastik

pramuka-tanjung-anom-mengolah-sampah
Sementara untuk sampah organik seperti daun gugur, sampah dari sisa pertanian, sampah dari sayuran dapur, dan jenis sampah organik lainnya. Bisa diolah sendiri oleh masyarakat menjadipupuk kompos, yang tentunya akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat.
Dan Bagaimanakah cara membuat pupuk kompos yang baik, Berikut uraian langkah-langkah cara mengolah sampah organik menjadi kompos dengan cara yang mudah..

Langkah Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Berikut kami sampaikan beberapa langkah mengolah sampah organik menjadi kompos yang bisa anda lakukan untuk keperluan sendiri atau kelompok.

Bahan : daun gugur, sisa sayuran, rumput, atau juga sampah dari sisa pertanian.

Cara Kerja Mengolah Sampah organik menjadi kompos

  1. Siapkan sampah organik (seperti daun gugur, sisa sayuran, rumput dan sampah lainnya) dipotong sampai berbentuk kecil-kecil. Cara pemotongan bisa secara manual atau menggunakan mesin pencacah sampah organik.
  2. Campurkan sampah organik yang sudah di cacah atau dipotong-potong tadi dan kotoran kambing dengan komposisi 3:1 .Dalam jumlah besar, proses pencampuran akan sangat mudah jika menggunakan mixer kompos.
  3. Siapkan setengah gelas larutan gula atau 100 ml (bisa dibuat dari gula pasir dan air biasa), menyesuaikan banyaknya bahan sampah organik yang ada.
  4. Siapkan 10 ml larutan bakteri EM4, bisa dibeli toko-toko pertanian,  jika anda ragu takarannya bisa dilihat cara penggunaannya yang tercantum dalam botol atau menyesuaikan banyaknya bahan yang akan dibuat.
  5. Bahan sampah organik yang sudah dicampur dengan kotoran kambing, kemudian disiram dengan larutan gula dan larutan EM4, lalu campurkan hingga merata sampai bahan menjadi basah atau lembab. Jika perlu percikkan air secukupnya agar semua bahan menjadi cukup basah.
  6. Bahan pupuk kompos yang sudah selesai dicampur, kemudian dimasukan ke dalam wadah, bisa menggunakan bak penampungan, karung, atau plastik besar. Lama proses fermentasi dari bahan hingga pupuk siap digunakan sekitar 2 – 3 bulan, karena itu untuk mempercepat prosesnya setiap 2 minggu sekali bahan-bahan tersebut dibolak-balik dan percikkan air secukupnya untuk menjaga agar tetap basah
  7. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkelanjutan, sebaiknya pembuatan pupuk kompos dilakukan secara periodik. Sehingga pemanfaatannya bisa digunakan secara berkelanjutan dan sampah organik tidak perlu dibuang, karena kita telah bisa mengambil manfaatnya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos.
Setelah melihat uraian diatas, ternyata memang membuat pupuk kompos sangat mudah. Yang menjadi kunci dari proses diatas adalah konsistensi terhadap proses. Mengingat hal utama dalam pengolahan kompos adalah ketelatenan.
Untuk menguatkan pelaku pembuat kompos bahwa pupuk kompos sangat berguna dan bermanfaat.
Sekarang sudah jelas bukan..?? dan ternyata tidak sesulit yang kita bayangkan, asal kita mau melakukan. Semoga bermanfaat..

Pramuka Tanjung Anom Memilah dan Mengolah Sampah

Pramuka Tanjung Anom Kab. Deli serdang sedang melaksanakan pembersihan di jalan H.M Sembiring. Memilah dan mengelola atau mengolah sampah merupakan salah satu keterampilan yang terdapat dalam Syarat Kecakapan Umum Pramuka. Memilah sampah, pengelolaan sampah rumah tangga, mengolah sampah, mempraktekkan cara pengolahan sampah secara komposting, serta melakukan sosialisasi pengolahan sampah merupakan syarat-syarat yang termuat dalam SKU Pramuka Penggalang baik pada SKU Penggalang Ramu, Rakit, maupun Terap.


memilah-dan-mengolah-sampah-tanjunganom


Dari gambar diatas, kita bisa meliha sampah dan juga tertulis dipapan "Dilarang buang sampah disini". Dalam gambar diatas ini merupakan letaknya dia Jl. Besar Tanjung Anom Kec.Pancur Batu lokasinya diposisi simpang graha.


Di dalam SKU Penggalang Ramu nomor ke-21, tersebut materi : Dapat mengenal dan memilah sampah.

Pencapaian pengisian SKU melalui :
(1) Dapat memilah golongan sampah basah dan kering;
(2) Dapat menyebutkan 3 langkah pengelolaan sampah di rumah tangga;
(3) Dapat menyebutkan sampah organik mudah busuk; dan
(4) Dapat menyebutkan sampah anorganik tidak mudah busuk.



Di dalam SKU Penggalang Rakit poin ke-21 tersebut materi : Dapat mengolah sampah serta mempraktikkan cara pengolahannya secara komposting.

Dengan pencapaian pengisian SKU meliputi :
(1) Dapat memilah golongan sampah basah dan kering;
(2) Dapat menyebutkan 3 langkah pengelolaan sampah di rumah tangga; dan
(3) Dapat melakukan pengolahan secara komposting.

Sedangkan dalam SKU Penggalang Terap nomor ke-21 disebutkan syarat : Ikut mensosialisasikan cara pengolahan sampah.

Dengan pencapaian pengisian SKU melalui :
(1) Dapat memilah golongan sampah basah dan kering;
(2) Dapat menyebutkan 3 langkah pengelolaan sampah di rumah tangga;
(3) Dapat menyebutkan sampah organik mudah dan tidak mudah busuk; dan
(4) Pernah menceriterakan cara pengolahan sampah didepan pasukannya.

Pramuka memilah sampah Mengenal dan mampu mempraktekkan cara memilah sampah, mengelola sampah, dan membuat kompos pun menjadi salah satu pengalaman kode kehormatan pramuka, dasadarma yang ke dua; Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia. Maka dari itu sudah sepatutnya seorang anggota Gerakan Pramuka mengenal dan dapat memilah dan mengolah sampah termasuk membuat kompos. 

Memilah dan Mengolah Sampah

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Dalam kehidupan manusia, sampah menjadi barang yang sangat sering dijumpai. Jika sampah tidak ditangani dengan benar, dapat memberikan dampak yang negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Berdasarkan sifatnya, sampah dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni sampah organik (dapat terurai) dan anorganik (sulit terurai). Keduanya masih bisa dikelompokkan lagi menjadi :

  • Sampah Organik yang Bisa Didaur Ulang; contohnya adalah kertas, kardus, koran, majalah, dll.
  • Sampah Organik yang Tak Bisa Didaur Ulang; contohnya adalah sisa makanan, daun, sisa sayuran, dll.  
  • Sampah Non-organik yang Bisa Didaur Ulang: contohnya adalah logam (besi, alumunium, tembaga), botol, bekas botol minuman, kaleng, plastik, kaca, dll.
  • Sampah Non-organik yang Tak Bisa Didaur Ulang; contohnya adalah plastik yang tidak bisa diaur ulang, baterai bekas, dll.


Memilah sampah Pengelolaan sampah di rumah tangga melalui 3 langkah, yaitu pengumpulan, pemilahan, dan tindak lanjut. Masing-masing adalah :

Pengumpulan. Yaitu mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai dalam tempat tertentu.

Pemilahan. Yaitu memisahkan (memilah) antara sampah organik yang dapat didaur ulang, sampah organik yang tidak dapat didaur ulang, sampah anorganik yang bisa disaur ulang, dan sampah anorganik yang tidak bisa didaur ulang.

Tindak lanjut. yakni pemanfaatan sampah sesuai dengan jenisnya, yaitu:

Dijadikan kompos untuk sampah organik yang tidak bisa di daur ulang.

Dijual atau didaur ulang sendiri untuk sampah organik dan anorganik yang bisa didaur ulang.

Itulah sedikit pengetahuan tentang cara mengenal jenis, memilah, dan mengelola sampah rumah tangga. Pengetahuan dan keterampilan ini tentunya patut untuk dipraktekkan setiap hari olah anggota Gerakan Pramuka bukan hanya untuk memenuhi syarat kecakapan umum (SKU) namun sebagai bentuk pengamalan Dasadarma Pramuka.