Showing posts with label daur ulang sampah. Show all posts
Showing posts with label daur ulang sampah. Show all posts

Pramuka Tanjung Anom Memilah dan Mengolah Sampah

Pramuka Tanjung Anom Kab. Deli serdang sedang melaksanakan pembersihan di jalan H.M Sembiring. Memilah dan mengelola atau mengolah sampah merupakan salah satu keterampilan yang terdapat dalam Syarat Kecakapan Umum Pramuka. Memilah sampah, pengelolaan sampah rumah tangga, mengolah sampah, mempraktekkan cara pengolahan sampah secara komposting, serta melakukan sosialisasi pengolahan sampah merupakan syarat-syarat yang termuat dalam SKU Pramuka Penggalang baik pada SKU Penggalang Ramu, Rakit, maupun Terap.


memilah-dan-mengolah-sampah-tanjunganom


Dari gambar diatas, kita bisa meliha sampah dan juga tertulis dipapan "Dilarang buang sampah disini". Dalam gambar diatas ini merupakan letaknya dia Jl. Besar Tanjung Anom Kec.Pancur Batu lokasinya diposisi simpang graha.


Di dalam SKU Penggalang Ramu nomor ke-21, tersebut materi : Dapat mengenal dan memilah sampah.

Pencapaian pengisian SKU melalui :
(1) Dapat memilah golongan sampah basah dan kering;
(2) Dapat menyebutkan 3 langkah pengelolaan sampah di rumah tangga;
(3) Dapat menyebutkan sampah organik mudah busuk; dan
(4) Dapat menyebutkan sampah anorganik tidak mudah busuk.



Di dalam SKU Penggalang Rakit poin ke-21 tersebut materi : Dapat mengolah sampah serta mempraktikkan cara pengolahannya secara komposting.

Dengan pencapaian pengisian SKU meliputi :
(1) Dapat memilah golongan sampah basah dan kering;
(2) Dapat menyebutkan 3 langkah pengelolaan sampah di rumah tangga; dan
(3) Dapat melakukan pengolahan secara komposting.

Sedangkan dalam SKU Penggalang Terap nomor ke-21 disebutkan syarat : Ikut mensosialisasikan cara pengolahan sampah.

Dengan pencapaian pengisian SKU melalui :
(1) Dapat memilah golongan sampah basah dan kering;
(2) Dapat menyebutkan 3 langkah pengelolaan sampah di rumah tangga;
(3) Dapat menyebutkan sampah organik mudah dan tidak mudah busuk; dan
(4) Pernah menceriterakan cara pengolahan sampah didepan pasukannya.

Pramuka memilah sampah Mengenal dan mampu mempraktekkan cara memilah sampah, mengelola sampah, dan membuat kompos pun menjadi salah satu pengalaman kode kehormatan pramuka, dasadarma yang ke dua; Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia. Maka dari itu sudah sepatutnya seorang anggota Gerakan Pramuka mengenal dan dapat memilah dan mengolah sampah termasuk membuat kompos. 

Memilah dan Mengolah Sampah

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Dalam kehidupan manusia, sampah menjadi barang yang sangat sering dijumpai. Jika sampah tidak ditangani dengan benar, dapat memberikan dampak yang negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Berdasarkan sifatnya, sampah dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni sampah organik (dapat terurai) dan anorganik (sulit terurai). Keduanya masih bisa dikelompokkan lagi menjadi :

  • Sampah Organik yang Bisa Didaur Ulang; contohnya adalah kertas, kardus, koran, majalah, dll.
  • Sampah Organik yang Tak Bisa Didaur Ulang; contohnya adalah sisa makanan, daun, sisa sayuran, dll.  
  • Sampah Non-organik yang Bisa Didaur Ulang: contohnya adalah logam (besi, alumunium, tembaga), botol, bekas botol minuman, kaleng, plastik, kaca, dll.
  • Sampah Non-organik yang Tak Bisa Didaur Ulang; contohnya adalah plastik yang tidak bisa diaur ulang, baterai bekas, dll.


Memilah sampah Pengelolaan sampah di rumah tangga melalui 3 langkah, yaitu pengumpulan, pemilahan, dan tindak lanjut. Masing-masing adalah :

Pengumpulan. Yaitu mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai dalam tempat tertentu.

Pemilahan. Yaitu memisahkan (memilah) antara sampah organik yang dapat didaur ulang, sampah organik yang tidak dapat didaur ulang, sampah anorganik yang bisa disaur ulang, dan sampah anorganik yang tidak bisa didaur ulang.

Tindak lanjut. yakni pemanfaatan sampah sesuai dengan jenisnya, yaitu:

Dijadikan kompos untuk sampah organik yang tidak bisa di daur ulang.

Dijual atau didaur ulang sendiri untuk sampah organik dan anorganik yang bisa didaur ulang.

Itulah sedikit pengetahuan tentang cara mengenal jenis, memilah, dan mengelola sampah rumah tangga. Pengetahuan dan keterampilan ini tentunya patut untuk dipraktekkan setiap hari olah anggota Gerakan Pramuka bukan hanya untuk memenuhi syarat kecakapan umum (SKU) namun sebagai bentuk pengamalan Dasadarma Pramuka.

Program Pengolahan / Daur Ulang Sampah

Program Pengolahan / Daur Ulang Sampah yang diwarnai oleh suasana globalisasi masyarakat Indonesia. Sampah katagori ini jumlah nya cukup besar dan berangsur angsur tambah setiap harinya, apabila pemerintah dan kelompok peduli lingkungan beserta ormas tidak memperhatikan lingkungan maka akan terjadi kota sampah plastik. Karena katagori tersebut merupakan sampah yang tidak dapat busuk dalam waktu tahunan tapi ratusan tahun.



Sampah bisa kita lihat disekeliling kita. Mulai dari sampah plastik hingga sampah sisa - sisa makanan. Ada dua jenis sampah plastic yang sering kita hadapi setiap hari :

1. SAMPAH INDUSTRI
Sampah yang di hasilkan dari sisa industri yang tidak terpakai lagi atau sering disebut sebagai limbah pabrik. Limbah Pabrik ada 2 macam:
A. Yang Sifatnya Padat Plastik Sisa penggergajian
 B. Yang sifatnya cair Hasil pencucian dari pabrik yang dilarutkan lewat air Sisa minyak.dll

2. SAMPAH RUMAH TANGGA
Sampah industri merupakan factor penting yang sangat perlu untuk ditanggulangi. Sampah rumah tangga, ini cenderung tidak bisa terakomodir untuk kita pilah-pilah dan jumlahnya cukub besar contoh : sampah kantong plastik, yang kelihatanya sedikit tapi jumlah nya cukup banyak, bahkan dari data hasil survey di masing masing TPA per kabupaten dan wilayah kotamadya menduduki peringkat pertama yang paling banyak.

Bagaimana Tahap dan Proses Daur Ulang sampah?


Tahapan proses daur ulang digolongkan menjadi 5 bagian besar, yaitu: Bagian proses sortir bahan baku yang menggunakan tenaga manusia. Bagian proses pemotongan atau pencacahan,proses ini merupakan proses untuk mempermudah proses pencucian untuk menghilangkan kotoran yang tidak dibutuhkan.

Bagian pencucian plastik Bagian pengeringan ada 2 macam :
  • Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari
  • Pengeringan dengan menggunakan mesin pengering
  • Bagian proses penggepakan,bagiaan ini merupakan proses akhir dari daur ulang.


TAHAPAN I
Sortir
merupakan proses pemisahan yang pertama kali dilakukan. Pada proses ini dilakukan pekerjaan untuk memisahkan bahan baku yang datang dan membuang material/ benda asing yang tidak diharapakan masuk ke dalam proses.

Pemotongan
Proses ini dilakukan untuk mengurangi ukuran material dan mempermudah proses selanjutnya, dengan cara memotong atau merajang plastik dalam bentuk asalnya (kantong atau lembaran plastik).

Pencucian
Tujuan : agar bahan plastic yang akan di masukkan kemesin, tidak mengganggu proses penggilingan.

Menjadi biji plastik atau kantong plastik kembali Pencucian dilakukan dgn 2 tahap, yaitu:
Prewashing
Untuk memisahkan material-material asing terutama agar tidak ikut dalam proses selanjutnya Menggunakan media cair sebagai sarana untuk mencuci material dan membawa material asing keluar dari proses.

Pencucian

Tahap II Pencucian tahap kedua menggunakan mesin friction water.
Materi dicuci kembali oleh ulir menanjak yang berputar pada putaran tinggi sehinggga hasil dari friksi dapat melepaskan material asing yang masih terdapat pada bahan. yang masih menggunakan media air untuk membawa material asing keluar dari proses.

TAHAPAN PENGERINGAN ADA 2 :
 Pengeringan Tahap I Dengan bantuan sinar matahari dijemur di atas jaring laba-laba Pengeringan Tahap II Pengeringan tahap ini menggunakan mesin pengering dengan media pemanas kompor gas hingga suhu mencapai kepanasan 150 c.

TUJUAN
Tujuan program pengolahan limbah sampah plastik yang di daur ulang sampai menjadi kantong plastik :

Tujuan Jangka Pendek
Membersihkan limbah sampah yang selama ini banyak menimbulkan permasalahan di masyarakat karena pencemaranya.
Memanfaatkan sesuatu yang seharusnya menjadi sumber penyakit.
Menciptakan lapangan pekerjaan.
Mengurangi pencemaran lingkungan .
Mengurangi pengangguran.

Tujuan Jangka Panjang
Melatih masyarakat agar lebih hati-hati dalam membuang sampah di sembarang tempat, karena masyarakat akan lebih memahami manfaat limbah sampah yang dianggap tidak ada manfaaatnya.

Bisa dimungkinkan 10 tahun yang akan datang, lahan yang selama ini banyak ditumpahi kotoran2 plastik /limbah sampah plastik bisa ditanami kembali dan akan menjadi lahan yang subur dan produktif.

Merubah perilaku masyarakat menjadi sadar lingkungan, disiplin, peduli terhadap kesehatan dan alam.


SUMBER PENDANAAN: Sumber pendanaan dalam pengolahan limbah sampah plastik sampai menjadi biji atau kantong plastik berasal dari : Modal Patungan . Pinjaman dari pihak ke tiga . Mengharapkan subsidi bantuan dari pihak pemerintah.

PENGELOLA DAN KEPENGURUSAN : System pengelolaan dan kepengurusan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh orang orang yang benar benar ahli dalam pengolahan limbah sampah plastic dan yang benar benar peduli terhadap lingkungan dan secara garis besar di bawah naungan “ GMBI yang berpusat di Kab.Semarang. adapun kepengurusanya (Terlampir)

KESIMPULAN
Beberapa penjelasan tersebut diatas kami selaku kelompok peduli lingkungan belum bisa mengakomodir secara menyeluruh, merupakan misi yang paling utama untuk bisa melaksanakan proses daur ulang plastic sampai menjadi biji plastik, karena masih terbentur dengan masalah pendanaan, dan kami sangat berharap apabila ada pihak ketiga untuk membantu dukungan masalah pendanaan sehingga misi kami akan bisa terselesaikan sesuai dengan perencanaan.