Cara Membuat Pupuk Organik Dari Sampah Rumah Tangga

Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Sampah/limbah Rumah Tangga | Kemarin Pramuka Desa Tanjung Anom telah memposting informasi tentang cara membuat pupuk organik cair sederhana menggunakan batang pohon pisang, kali ini kita akan membahas teknik membuat pupuk organik cair dari sampah / limbah rumah tangga.

Cara Membuat Pupuk Organik

Dari mana asal Pupuk organik?

pupuk organik berasal terutama dari sampah rumah tangga seperti makhluk hidup, tumbuh-tumbuhan dan juga sayur-sayuran yang tidak layak dikonsumsi, hewan laut yang sudah basi dan lain-lain. Sampah seperti plastik kresek, Kaleng, botol-botol bekas, pembalut, popok bayi, dan limbah yang sulit busuk mestinya dipisahkan pada tempat sampah tersendiri dan tidak diikutkan di dalam pembuatan pupuk organik cair.

Sampah yang akan dijadikan pupuk juga mempunyai permasalahan seperti bau. Seperti yang sudah pernah saya sebutkan di postingan sebelumnya, cara pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga hanya untuk orang-orang yang tidak gampang jijik dikarenakan bahan-bahan yang akan kita gunakan dalam pembuatan pupuk organik cair adalah limbah rumah tangga yang bentuk dan rupanya tidak sejuk di mata. Belum lagi aromanya yang mungkin akan sangat mengganggu. Meski demikian jika anda memang berniat, persoalan ini bisa disiasati dengan menggunakan masker dan sarung tangan.

Pupuk Organik cair

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah di proses  dari berbentuk padat atau cair. Pupuk organik cair adalah larutan hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan, dengan kandungan unsur hara yang majemuk. Bahan-bahan untuk membuatnya inilah yang membedakan pupuk organik dan anorganik. Hasil uji komposisi kandungan unsur hara pada pupuk anorganik biasanya lebih lengkap dan terukur dibandingkan dengan pupuk organik cair. Tetapi, meskipun kandungan hara pada pupuk anorganik lebih lengkap dibanding pupuk organik, dampak negatif penggunaan pupuk anorganik banyak sekali.

Bagaimana Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Sampah rumah tangga

Setelah kita sudah mengetahui dampak dampak yang dimiliki oleh pupuk organik cair, maka kali ini Pramuka Tanjung Anom akan memberi langkah cara membuat pupuk organik tersebut.

Cara Membuat Pupuk Organik


- Siapkan bahan bakunya, seperti sampah-sampah organik. sampah organik tersebut antara lain seperti daun daun ataupun dari limbah rumah tangga seperti sisa-sisa sayuran di pasar sayur.

- Kemudian anda bisa mencincang atau main tumbuk pada sampah hijau seperti sisa sayuran, sayuran basi, dan sebagainya.

- Siapkan tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok ukuran 25 kilogram (kg), lengkap dengan tutupnya. Siapkan pula kantong plastik dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.

Cara Membuat Pupuk Organik


tempat membuat pupuk organik cair

ember tempat membuat pupuk organik cair

- Siapkan EM4 untuk mempermudah proses pelarutan. Anda bisa membelinya di toko-toko pertanian atau membuatnya sendiri. Kalau anda ingin membuat sendiri berikut ini panduannya.

Bagaimana Cara Membuat Zat EM4?

Cara membuat EM4 dengan cara sederhana bisa kita lakukan seperti:

- Siapkan air yang berasal dari mata air langsung ataupun dari air sumur. Jangan menggunakan air hujan dan lainnnya agar dapat memaksimalkan kesuksesannya.

- Campurkan cincangan sampah hijau, dan air gula ke dalam tong plastik. Setelah itu campuran dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah dilubangi. Kemudian masukkan kantong plastik ini ke dalam tong dan tambahkan dengan air tanah. cara membuat pupuk organik cair menggunakan limbah rumah tangga

proses pembuatan pupuk organik cair


- Jangan lupa ikat kantong plastik berisi sampah hijau itu dan tutup rapat tongnya selama kurang lebih tiga minggu.

- Setelah tiga minggu, buka tutup tong dan cek hasilnya. Jika sampah dalam tong itu tidak berbau busuk dan kelihatan menyusut berarti pembuatan pupuk organik cair anda berhasil. Angkat sampah dalam kantong plastik dan tiriskan. Anda akan mendapatkan 2 hal, sampah dari dalam plastik menjadi pupuk padat, sedangkan air dalam tong menjadi pupuk organik cair.

Demikianlah langkah-langkah membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga. Kelihatannya simpel dan mudah kan? Jangan dijawab iya atau tidak sebelum anda mencobanya sendiri. Satu hal yang pasti, semua teknik dan teori di atas tidak akan mempunyai arti banyak untuk anda jika tidak pernah anda praktekkan. Karena teori hanyalah sebatas teori. Ilmu yang sebenarnya akan anda dapatkan melalui pengalaman-pengalaman dan proses trial and error.

Terima kasih sudah berkunjung dan berkenan membaca pada Blog Pramuka Tanjung Anom. Jika ada pembaca yang mempunyai pengalaman menarik seputar cara membuat pupuk organik cair jangan sungkan untuk berbagi melalui kolom komentar di bawah postingan ini. Saya yakin hal itu akan bermanfaat untuk saya dan pembaca yang lain. Salam sukses untuk semua.

Taman Pramuka Desa Tanjung Anom

Pramuka. Siapa yang tidak kenal dengan nama organisasi pramuka. disetiap sekolah pasti tentu adakan organisasi pramukanya.

Kali ini saya akan aktifitas - aktifitas yang telah dilakukan oleh anak pramuka di Desa Tanjung Anom kecamatan pancur batu ini.

Desa Tanjung Anom ini yang letaknya di simpang graha atau HM sembiring merupakan tempat lokasi pembuangan sampah. Tetapi kali ini kita akan melihat anak pramuka Tanjung Anom sedang mengolah tempat pembuangan sampah menjadi tempat taman bunga.

Pramuka Tanjung anom tetap berupaya bagaimana agar tempat lingkungan yang kotor ini menjadi bersih.


taman-pramuka-tanjung-anom

pramuka-tanjunganom

tanjunganom

tanjunganom-deliserdang

simpang-graha-tanjunganom

anak-tanjung-anom

taman-pramuka-tanjunganom


Untuk hasil sementara, ini merupakan masih tahap percontohan. Para pembina - pembina Pramuka Tanjung Anom ini akan membuat taman pramuka yang indah.


Langkah Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Secara Mudah

Sampah…..!  mendengar kata tersebut, pasti terdengar sebagai sesuatu yang bermasalah. Gak enak didengar dan sesuatu yang harus dibuang.
Betul memang… ketika kita tidak tahu cara mengolahnya. Tetapi siapa sangka, justru dari sampah, banyak hal yang bisa kita perbuat untuk memberdayakannya. Salah satunya adalah mengolah sampah organik menjadi kompos.

mengolah-sampah-organik
Pengolahan sampah baik secara mandiri ataupun komunal, menjadi tren yang positif di tengah masyarakat, mengingat pentingnya penanganan sampah supaya tidak menjadi masalah.
Namun dibalik semangat masyarakat mengolah sampah, arus informasi pengolahan sampah, terkadang tidak sampai dengan baik, sehingga pengolahan belum berjalan maksimal.
Pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan , pendaur ulangan, atau pembuangan dari material sampah ini merupakan bagian kegiatan pengolahan sampah.
Proses siklus daur ulang sampah tersebut, kelihatannya sederhana, namun ternyata prakteknya di masyarakat tidak semudah yang diucapkan. Hal ini akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat, sekaligus menjadikan tantangan dan  persoalan klasik dalam pengelolaan sampah.
Namun disisi lain, ada hal yang cukup menggembirakan, berita baiknya ada juga dibeberapa daerah yang sudah menginisiasi pengolahan sampah melalui TPA, dan juga pembuatan “Bank Sampah” yang dikelola oleh masyarakat di lingkungannya.

Penting.. ! Untuk membuat Kompos Sampah Organik, Ini mesin Pengolah Kompos Sampah organikyang anda perlukan.

Macam-Macam Jenis Sampah

Secara umum ada 2 macam jenis pengelompokan sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
Sampah anorganik umumnya dalam bentuk plastik, kaleng, karet, seng, logam, besi dan bahan lainnya. Dan pengolahannya sampahnya bisa didaur ulang untuk menjadi barang baru lagi.
Ada hal yang menarik, di beberapa daerah sudah ada yang bisa menghasilkan barang kerajinan yang dibuat dari bahan-bahan sampah anorganik. Secara contoh BISA DILIHAT DAN DIBACA DISINI…! 30 Ide Kreatif Daur Ulang Botol Plastik

pramuka-tanjung-anom-mengolah-sampah
Sementara untuk sampah organik seperti daun gugur, sampah dari sisa pertanian, sampah dari sayuran dapur, dan jenis sampah organik lainnya. Bisa diolah sendiri oleh masyarakat menjadipupuk kompos, yang tentunya akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat.
Dan Bagaimanakah cara membuat pupuk kompos yang baik, Berikut uraian langkah-langkah cara mengolah sampah organik menjadi kompos dengan cara yang mudah..

Langkah Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Berikut kami sampaikan beberapa langkah mengolah sampah organik menjadi kompos yang bisa anda lakukan untuk keperluan sendiri atau kelompok.

Bahan : daun gugur, sisa sayuran, rumput, atau juga sampah dari sisa pertanian.

Cara Kerja Mengolah Sampah organik menjadi kompos

  1. Siapkan sampah organik (seperti daun gugur, sisa sayuran, rumput dan sampah lainnya) dipotong sampai berbentuk kecil-kecil. Cara pemotongan bisa secara manual atau menggunakan mesin pencacah sampah organik.
  2. Campurkan sampah organik yang sudah di cacah atau dipotong-potong tadi dan kotoran kambing dengan komposisi 3:1 .Dalam jumlah besar, proses pencampuran akan sangat mudah jika menggunakan mixer kompos.
  3. Siapkan setengah gelas larutan gula atau 100 ml (bisa dibuat dari gula pasir dan air biasa), menyesuaikan banyaknya bahan sampah organik yang ada.
  4. Siapkan 10 ml larutan bakteri EM4, bisa dibeli toko-toko pertanian,  jika anda ragu takarannya bisa dilihat cara penggunaannya yang tercantum dalam botol atau menyesuaikan banyaknya bahan yang akan dibuat.
  5. Bahan sampah organik yang sudah dicampur dengan kotoran kambing, kemudian disiram dengan larutan gula dan larutan EM4, lalu campurkan hingga merata sampai bahan menjadi basah atau lembab. Jika perlu percikkan air secukupnya agar semua bahan menjadi cukup basah.
  6. Bahan pupuk kompos yang sudah selesai dicampur, kemudian dimasukan ke dalam wadah, bisa menggunakan bak penampungan, karung, atau plastik besar. Lama proses fermentasi dari bahan hingga pupuk siap digunakan sekitar 2 – 3 bulan, karena itu untuk mempercepat prosesnya setiap 2 minggu sekali bahan-bahan tersebut dibolak-balik dan percikkan air secukupnya untuk menjaga agar tetap basah
  7. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkelanjutan, sebaiknya pembuatan pupuk kompos dilakukan secara periodik. Sehingga pemanfaatannya bisa digunakan secara berkelanjutan dan sampah organik tidak perlu dibuang, karena kita telah bisa mengambil manfaatnya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos.
Setelah melihat uraian diatas, ternyata memang membuat pupuk kompos sangat mudah. Yang menjadi kunci dari proses diatas adalah konsistensi terhadap proses. Mengingat hal utama dalam pengolahan kompos adalah ketelatenan.
Untuk menguatkan pelaku pembuat kompos bahwa pupuk kompos sangat berguna dan bermanfaat.
Sekarang sudah jelas bukan..?? dan ternyata tidak sesulit yang kita bayangkan, asal kita mau melakukan. Semoga bermanfaat..

Cara Mengolah Sampah Organik dan Anorganik

Bagaimana Cara Mengolah Sampah Organik dan Anorganik ? Sampah dan sampah. Jika mendengar kata ini, semua orang pasti akan langsung tertuju pada sebuah benda yang sangat menjijikkan. Dimana biasanya sampah itu mempunyai bau yang sangat menyengat. Bahkan Anda pasti akan menutup hidung Anda saat melewati bak sampah atau Anda yang dilewati oleh truk dengan muatan sampah. Sampah merupakan material yang dibuang dari sisa kegiatan rumah tangga.
Sebenarnya sampah dapat kita bedakan menjadi dua yaitu, sampah organik dan anorganik. Dan tahukah Anda jika ternyata ada cara mengolah sampah tersebut? Kita akan membahasnya satu persatu dari pengenalan apakah sampah organik dan anorganik itu, sampai kita temukan cara mengolah sampah tersebut.
Sampah Organik
Kita mulai bahasan kita mengenai sampah organik dan anorganik ini dimulai dari mengetahui dulu apa itu sampah organik. Sampah organik tergolong sampah yang gampang busuk. Seperti apa contohnya? Contoh dari sampah ini seperti sisa makanan, dedaunan dan masih banyak lagi. Sebenarnya sampah jenis ini masih bisa kita manfaatkan lagi. Asalkan kita tahu kegunaan dan juga cara mengolahnya. 

Jenis sampah organik bisa kita manfaatkan lagi menjadi pupuk kompos. Karena sampah organik berasal dari makluk hidup seperti hewan dan juga tumbuhan, bahkan tidak menutup kemungkinan dari manusia itu sendiri. Kita jabarkan lagi bagian dari sampah organik ini agar pembicaraan kita di cara mengolah sampah organik dan anorganik ini menjadi lebih lengkap.
Sampah organik basah. Yang dimaksud dengan sampah organik basah yaitu sampah yang mempunyai kadar kandungan air didalamnya. Contohnya seperti buah dan sayuran.
Sampah organik kering. Apa yang dimaksud dengan sampah organik kering? Tentu saja terbalik dengan pengertian sampah organik basah diatas. Sampah ini tidak mempunyai kandungan air yang besar. Contohnya adalah sampah yang berasal dari dedaunan kering dan lain sebagainya.
Sesuai dengan judul diatas, bagaimana cara mengolah sampah organik dan anorganik kita bisa memulai dengan mencoba mendaur ulang sampah. Yaitu memanfaatkan sampah organik dijadikan alih fungsi menjadi barang lain. Atau seperti yang kita bicarakan diatas, kita bisa mengubah sampah ini menjadi pupuk kompos. Tentu saja Anda harus tahu terlebih dahulu cara membuat pupuk kompos tersebut.
Sampah Anorganik
Setelah tadi kita panjang lebar membahas mengenai sampah organik, sekarang kita pelajari tentang bagian dan cara pengolahan sampah anorganik. Sampah anorganik termasuk jenis sampah yang memerlukan waktu yang cukup lama dalam penguraiannya. Sampah anorganik kebanyakan berasal dari sumber daya alam, contohnya seperti plastik dan aluminium. Sampah yang anorganik yang telihat nyata dalam rumah tangga adalah berupa botol plastik, tas plastik, kaleng dan lain sebagainya. 

Dan banyak sekali dampak negatif bagi alam yang disebabkan oleh sampah anorganik ini, diantaranya menurunkan kualitas lingkungan dan juga menurunkan estetika lingkungan. Sampah yang berserakan dan bau akan menjadikan lingkungan tidak nyaman untuk ditempati.

Bagaimana cara mengolah sampah anorganik?

Sampah anorganik sebaiknya kita daur ulang kembali. Jangan membuangnya secara sembarangan, karena jenis sampah ini tidak mudah untuk hancur. Disini kita memerlukan kreatifitas tinggi untuk mengubah sampah tersebut menjadi suatu barang yang mempunyai nilai beda. Jika sampah anorganik Anda berupa kertas, mungkin Anda tidak perlu berfikir panjang lagi. Karena Anda bisa menjualnya kepada tukang loak, dan Anda bisa mendapatkan uang dari hasil penjualan sampah anorganik tersebut. 

Tapi Anda akan berfikir jika sampah anorganik Anda adalah sisa kain. Saya sarankan Anda tetap memanfaatkannya. Mungkin bisa Anda gunakan sebagai kain untuk mencuci motor, atau jika Anda kreatif Anda bisa membuat keset menggunakan sisa-sisa kain tersebut.
Sekarang tentunya Anda sudah bisa menyingkapi secara bijaksana tindakan apa yang Anda lakukan, baik pada sampah organik dan anorganik yang berada di rumah Anda atau disekitar Anda. Jangan pernah membuang sampah pada sungai atau selokan. Karena itu akan merusak alam dan merusak ekosistem.

Kesimpulan :

Cara mengolah sampah organik :
1. Daun, rumput, kotoran hewan dijadikan pupuk kompos
b. Kaleng bekas dijadikan pot, tempat pensil
c. Botol plastik bekas dijadikan pot, tempat pensil, tas
d. plastik kemasan bekas dijadikan tas

Tanaman Cepat Berbuah

Bagaimana Cara agar tanaman cepat berbuah - Menanam tanaman buah di pekarangan rumah memang menyenangkan, selain membuat udara sekitar bertambah sejuk hasilnya pun dapat kita konsumsi atau jual untuk tambahan penghasilan. Namun apa jadinya kalau tanaman mogok berbuah? Tentu saja hasil yang kita harap-harapkan tak akan kunjung tiba.

Nah, sebelum mencari tahu penyebab tanaman enggan berbuah ada baiknya kita ketahui syarat-syarat yang harus dipenuhi suatu tanaman agar dapat menghasilkan buah sesuai dengan yang diharapkan.

Teknik Cara Tanaman Agar Cepat Berbuah

1. Sifat tanaman harus sudah kita kenal betul, apakah bibit yang kita tanam memang merupakan bibit tanaman unggul yang mampu berbunga. Artinya, bibit tanaman tersebut bukan merupakan bibit keturunan tanaman mandul.

2. Makro-klimat tanaman terpenuhi. Artinya, lingkungan tempat tumbuh tanaman harus memenuhi syarat, baik iklim, tinggi tempat, unsur hara, curah hujan, maupun sinar matahari. Unsur hara yang paling berperanan dalam proses pembungaan adalah unsur P (phosfor), oleh karena itu unsur ini harus betul-betul tersedia.

3. Mikro-klimat tanaman terpenuhi. Lingkungan di sekitar tanaman sehat dan memenuhi syarat hidup tanaman. Yang termasuk mikro-klimat antara lain keadaan kebun, keadaan air tanah, suhu, kelembapan udara, dan perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit.

4. Keadaan tanaman harus sehat dan bebas dari serangan hama dan penyakit.

Setelah kita yakin benar bahwa tanaman buah-buahan kita telah memenuhi syarat-syarat di atas, maka kita bisa segera melakukan berbagai perlakuan untuk mempercepat terjadinya pembuahan. Misalnya dengan melakukan pemangkasan, pelukaan batang, pengairan, pemberian hormon, dan sebagainya. Tentu saja bibit yang kita tanam pun harus merupakan bibit hasil perbanyakan secara vegetatif (seperti: cangkokan, okulasi, stek dll).

Kegagalan Tanaman untuk Berbuah

Apabila ternyata tanaman yang kita miliki belum juga berbuah, tentu ada penyebab lain di luar syarat-syarat tersebut. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan tanaman mogok atau gagal berbuah, yaitu:

1. Tanaman memang belum mencapai batas umur untuk berbuah. Batas umur untuk berbuah ini bergantung pada jenis tanaman itu sendiri.

2. Pemupukan dengan pupuk N (nitrogen) terlalu berlebihan, sehingga tanaman masih tumbuh terlalu lebat dan terlalu rimbun. Tajuk tanaman kurang mendapat cahaya matahari sehingga proses fotosintesis kurang menghasilkan karbohidrat, akibatnya penimpunan karbohidrat pun tidak maksimum sehingga bunga yang terbentuk sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

3. Tanaman yang kita miliki merupakan jenis pohon yang bunganya hanya bisa menjadi buah apabila ada pohon berbunga jantan yang tumbuh di dekatnya (misalnya pohon wuni, rukem, dan sebagainya).

4. Tanaman yang kita miliki merupakan jenis pohon yang berbuah bila bunganya mendapat sari bunga dari pohon yang sejenis, misalnya beberapa jenis pohon alpukat.

5. Tanaman menjadi mandul karena terjadinya mutasi gen.

6. Masaknya bunga jantan dan bunga betina tidak bersamaan waktunya. Akibatnya, sebelum terjadi pembuahan salah satu bunga telah gugur. Misalnya pada pohon kelapa.

7. Apabila tanaman buah-buahan kita telah berbunga lebat, tetapi pada akhirnya buah yang dinantikan tak juga kunjung muncul, ini dapat disebabkan oleh gugurnya bunga karena:
- kurangnya nitrogen dalam tanah,
- kurangnya air dalam tanah,
- batang bawah bibit hasil okulasi yang kurang baik,
- dan adanya serangan hama dan penyakit,
- hujan yang terlalu deras, angin yang terlalu kencang, kemarau yang panjang, dan sebagainya,
- penyemprotan pupuk daun yang tidak tepat waktunya.

Dalam hal ini adalah penyemprotan yang dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga. Jadi sebaiknya penyemprotan tidak dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga.

Usaha Penanggulangan


Bila ternyata tanaman buah-buahan yang kita miliki tidak memenuhi syarat tanaman agar menghasilkan buah, sebaiknya kita segera melakukan usaha-usaha demi mengatasi hal-hal yang menjadi penyebab tanaman ngadat, tidak mau berbuah. Misalnya, tanaman buah-buahan yang telah kita tanam itu tidak sesuai dengan lingkungannya, iklim tidak cocok, curah hujan tidak sesuai, dan lain sebagainya, maka mau tidak mau tanaman tersebut harus dibongkar dan diganti dengan tanaman buah-buahan lain yang lebih sesuai dengan keadaan lingkungan.

Apabila tanaman milik kita termasuk jenis yang tidak menyukai banyak air, misalnya mangga, jambu biji, jambu monyet, maka jalan yang harus kita lakukan adalah mengadakan pembuangan air yang menggenanginya. Hal ini bisa kita laksanakan dengan membuat saluran yang cukup dalam di sekitar tanaman, sehingga bila turun hujan deras air tidak sampai tergenang.

Tanaman yang tumbuh terlalu subur dengan daun-daun yang lebat dan rimbun sebaiknya segera dipangkas dan dikurangi, terutama ranting yang membalik ke arah batang, begitu pula ranting yang tumbuh bersilangan. Sedangkan untuk mengurangi kesuburannya, bisa kita lakukan dengan jalan membuang kulit batang selebar lebih kurang 1 cm di sekeliling batang. Selain itu ada cara lain yang bisa kita lakukan, yaitu dengan memangkas sebagian akar. Ujung-ujung akar bisa dipotong dengan menggunakan singkup atau cangkul. Yang harus diperhatikan adalah bahwa akar-akar yang dipotong jangan sampai terlalu banyak, karena dikhawatirkan tanaman malah akan mati.

Untuk pangkal bawah yang kurang bagus, meskipun tanaman telah tumbuh baik tetapi bagaimanapun juga tanaman itu tetap harus dibongkar dan diganti dengan jenis pohon yang lebih cocok serta sesuai dengan batang atas. Begitu pula bila tanaman terserang hama dan penyakit yang dapat menyebabkan gugurnya bunga dan bakal buah. Masalah tersebut harus segera ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti penyemprotan insektisida, penyuntikan, dan sebagainya.